Pengertian Mendidik

Bookmark and Share
BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Mendidik anak adalah tugas mulia, sekaligus berat kepada setiap orang tua dan guru dalam  mendidik anak. Begitu pentingnya, pendidikan karena ia berdampak langsung terhadap baik buruknya kualitas kehidupan. Sudah tentu persoalan pendidikan anak, dijadikan prioritas utama untuk dikelola secara cerdas, optimal dan profesional realitas yang melingkup dunia pendidikan (pembelajaran) anak justru menyodorkan realitas yang berkebalikan. Pada pendidikan anak yang berpijak pada paradigma berpikir yang salah. Akibat proses belajar tersebut kurang optimal, dan belajarpun akhirnya dimaknai oleh anak sebagai aktivitas yang tidak menyenangkan dan tidak bersahabat, tidak ramah, dan jauh dari kegembiraan anak.
Indikator belajar dianggap menyenangkan adalah apabila anak merasa senang, aman, tidak takut/khawatir, tidak bosan, mendapat perhatian dan pengakuan akan potensi yang dimiliki, leluasa berekspresi, mudah diterima serta mendapat kesempatan untuk memiliki metode dan media yang tepat, sehingga anak merasa nyaman dan senang dalam  belajar.
Maka sudah selayaknya selaku pendidik anak-anak usia prasekolah atau taman kanak, mencari secara cerdik cara belajar yang menyenangkan bagi anak-anak usia dini atau anak prasekolah. Merasa di dalam  belajar tidak ada kebosanan. Salah satu ditaman kanak-kanak adalah belajar sambil bermain atau bermain sambil belajar, sehingga mendidik anak-anak usia dini dalam  belajar, tanpa ada tekanan dari manapun. Jadi sudah sepantasnya selaku pendidik memikirkan belajar yang menyenagkan bagi anak-anak.
B.    Masalah
Sehubungan dengan latar belakang masalah diatas permasalahan yang dibahas dalam  penulisan adalah “Mendidik anak  secara  cerdik dalam  suasana belajar yang menyenagkan.
  1. Bagaimana mendidik anak secara cerdik ?
  2. Bagaimanakah menciptakan suasana belajar yang menyenagkan ?
C.    Tujuan Penulisan
Adapun yang menjadi tujuan penulisan yaitu :
  1. Untuk mengetahui tentang kemampuan guru dalam  mendidik anak secara cerdik !
  2. Untuk mengetahui bagaimana menciptakan suasana belajar yang menyenagkan.
D.    Metode Penulisan
Dalam  penulisan laporan ini, penulis menggunakan metode yaitu :
  1. Metode observasi yaitu pengumpulan data dan mencatat sesuai dengan objek dengan permasalahan yang diselidiki dan kemudian dengan pengamatan langsung terhadap masalah yang diteliti.
  2. Metode wawancara adalah pengumpulan data dengan melakukan interview atau dengan tanya jawab atau tempat untuk dimintai keterangan mengenai masalah yang sedang aktif.
  3. Teknik studi dokumenter yaitu meneliti dokumen-dokumen, keperpustakaan atau catatan-catatan lainnya yang berkaitan dengan masalah yang diteiti.

BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Mendidik
Mendidik atau membimbing adalah suatu pekerjaan yang dipikul oleh guru untuk mengarahkan anak-anak didik dalam  belajar dan dalam  berprilaku yang baik, baik itu dikelas atau di masyarakat.
Untuk mengarahkan anak-anak bersifat yang positif dan menjauhkan anak berprilaku yang buruk, atau berprilaku negatif. Guru haruslah cerdik menciptakan suasana belajar yang menyenagkan bagi anak tersebut. Sehingga dengan mendidik yang baik atau cara ajar yang bagus, maka terciptalah sifat anak yang positif baik itu dalam  belajar dan dalam  berprilaku di masyarakat.
B.    Mendidik Anak Secara Cerdik
Mendidik anak secara cerdik merupakan proses belajar mengajar yang baik duniapembelajaran. Kini tengah memasuki era baru yang di dalamnya berkembang satu pancadigma yang juga baru, yaitu belajar hanya akan efektif jika dilakukan dalam  keadaan menyenangkan.
Mendidik memang bukan persoalan yang gampang dan sederhana. Pada tataran filosofis, mendidik berkaitan dengan proses pembentukan kualitas manusia dan peradaban yang akan dihasilkannya.
Setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda-beda dan juga memiliki kelebihan masing-masing. Berbedanya suatu anak dengan yang lain menunjukkan bahwa setiap anak adalah unik. Sebagai guru dan orang tua sebaiknya kita jangan membandingkan anak satu dengan lainnya. Jika ingin memotivasi sianak bandingkan anak dengan prestasi atau diri anak itu sendiri. Misalnya tunjukkan peningkatan yang telah dicapai. Meskipun proses peningkatan yang telah diupayakan sedikit atau tidak cepat perkembangan anak dapat dilihat dari proses tumbuh. Perubahan secara fisik dan meningkatkan kemampuan anak berpikir emosi.
Kemampuan bersosialisasi dan kemandirian sianak pertumbuhan fisik dapat meliputi kenaikan berat badan, tinggi badan, serta makin sempurna. Kemampuan fisik lainnya : suatu perkembangan anak membutuhkan waktu dan tingkat kematangan.
Setiap anak pada akhirnya akan mencapai fase tugas-tugas perkembangan pada masa tertentu dan setiap anak dalam  mencapainya tidak sama. Karena faktor genetik anak, lingkungan dan potensi yang berbeda. Berikan simulasi yang tepat, sesuai dengan tahap perkembangan yang dilalui sianak. Keunikan setiap anak menjadi ciri khas yang menonjol, pada setiap fase perkembangan. Dengan mengetahui ciri khas yang menonjol pada tiap anak kita akan lebih mudah melakukan pendidikan yang sesuai atau tepat.
Sebagai pendidik, kita sangat dituntut untuk memiliki kreativitas dalam  mengajar atau mendidik sianak untuk menjadi cerdik dan membuat suasana belajar agar menyenangkan bagi sianak. Kreatifitas adalah kemampuan yang menemukan atau membuat sesuatu yang baru, orisinil, berbeda dengan memberi manfaat, suatu kreativitas dapat berupa ide, metode, atau hasil karya tertentu.
Pada saat dalam  pengajaran kita dapat menggunakan media yang dapat memancing kemampuan anak dalam  belajar dan berfungsi untuk lebih mengembangkan kreativitas dalam  mengajar. Media yang akan dikemas, secara menarik dan mudah tersajikan dalam  berbagai bentuk atau jenis, mudah dikenal sianak, mudah dipelajari sianak, mudah dipahami sianak, serta menghibur anak dalam  berbagai situasi belajar. Media belajar tidak harus berteknologi tinggi dan harga yang mahal, tetapi barang-barang yang ada di sekeliling kitapun dapat dipakai dan akan lebih bagus jika anak-anak turut dilibatkan untuk membuatnya.
Manfaat menggunakan media dalam  kegiatan belajar adalah mempererat “kedekatan” anak dengan guru atau pendamping. Kegiatan  belajar membantu mengungkapkan potensi atau kemampuan dasar yang dimiliki anak dengan mudah. Melatih dan mengoptimalkan kemampuan tertentu pada anak. Menambah dengan pengetahuan, mengoptimalkan kerja otak kanan dan otak kiri, melatih keberanian berekspresi, dan menanamkan nilai-nilai moral kepada anak.

C.    Menciptakan Suasana Belajar Yang Menyenangkan
Belajar dianggap menyenangkan apabila anak merasa senang. Aman, tidak takut, khawatir, tidak bosan mendapat kebebasan berpendapat dan berkreasi, mendapat  perhatian dan pengakuan akan potensi yang dimiliki, berekspresi, mudah diterima mendapat penghargaan. Ada peningkatan prestasi, serta mendapat kesempatan untuk memilih metode dan media yang tepat.
Belajar bagi anak sebaiknya tidak bergantung pada waktu, situasi dan kondisi. Semangat belajar akan muncul dengan sendirinya apabila suasana belajar dapat dinikmati sebagai sesuatu yang memberikan kenyamanan. Berikan stimulasi yang tepat sesuai dengan tahapan perkembangan yang saat itu sedang dilalui sianak.
Berikan media yang menarik dalam  pembelajaran anak untuk  menciptakan suasana belajar yang nyaman dan menyenangkan, yang dapat memunculkan semangat belajar anak pada situasi tertentu. Contohnya pada saat anak akan belajar berbicara, kita bisa menyediakan mainan berupa alat-alat komunikasi (mainan telepon, radio dan sejenisnya).
Pendidikan harus mampu menumbuhkan kedekatan dengan anak. Kedekatan yang terjalin erat diantara keduanya menunjukkan adanya ikatan batin yang kuat. Objek tekat dengan anak  akan memotivasi pendidikan untuk lebih sungguh-sungguh dalam  mengelola mereka. Munculnya rasa memiliki akan menumbuhkan rasa sayang, rasa untuk memperlakukan anak dengan sepenuh hati. Dan sesuatu yang dilakukan dengan sepenuh hati akan menghasilkan sesuatu secara optimal.
Lakukan improrisasi dalam  mengajar yaitu sikap spontan dengan menggunakan media apa  adanya saat itu yang harus dilakukan secara cepat dan tepat pada saat dan kondisi tertentu berikan sejenak pada kegiatan lain yang lebih. Mereka sukai ringan dan menghibur, contohnya : menyanyi, bermain tepuk tangan, bermain tebak-tebakan, dan bermain gerakkan, memberikan gambar melalui gambar kemampuan dalam  mengembangkan imajinasi akan tersalurnya, apapun bentuk gambar mereka itulah bahasa gambar yang baru mereka bisa.
Pada setiap saat kegiatan belajar berlangsung pendidik perlu dijalin dengan kesepakatan karena sangat penting dilakukan untuk melatih kemandirian, keterbukaan dalam  mengungkapkan keinginan, kepedulian, rasa menghargai, toleransi dengan sesama anak. Manfaat menjalin kesepakatan di awal kegiatan belajar dapat memfokus kemauan belajar yang akan muncul dari anak sehingga anak memiliki kemampuan belajar dan kegiatan belajar sesuai dengan keinginan anak sehingga kenyamanan belajar tercipta sendiri oleh anak.
Di taman kanak-kanak kita harus menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Di taman kanak-kanak dalam  belajar harus sambil bermain atau bermain dalam  belajar, ditaman kanak-kanak harus disediakan kelompok, karena di dalam  berkelompok suasana belajar anak akan meriah dan tidak membosankan bagi anak-anak usia dini.
Seperti yang dimaksudkan dalam  garis besar program kegiatan belajar taman kanak, keberadaan taman kanak-kanak memiliki tujuan sebagai berikut:
  1. Membantu meletakkan dasar kearah perkembangan sikap yang dibutuhkan oleh anak agar dapat menghadapi lingkungannya.
  2. Hal lain yang ingin dicapai melalui taman kanak-kanak adalah meletakkan dasar-dasar pengetahuan dan keterampilan, serta daya cipta yang diperlukan oleh anak didik dalam  menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
  3. Mengarahkan pertumbuhan dan perkembangan anak agar dapat memenuhi tugas-tugas perkembangannya sehingga mampu tumbuh dan berkembang dengan sehat pada tahap selanjutnya.
Di taman kanak-kanak, anak harus diciptakan suasana belajar yang menyenagkankan seperti anak-anak menyenagi gambar, mewarnai, menyanyi. Dengan demikian anak-anak dalam  proses belajar tidak merasa bosan, dan menjenuhkan.
Di taman kanak-kanak, anak sangat menyukai alat-alat (media) belajar yang indah-indah atau bagus. Media yang disediakan untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan haruslah unik, menarik dengan tujuan untuk dipahami sianak dengan mudah serta menghibur anak dalam  berbagai situasi belajar yang sedang mereka jalani.
BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Dari suatu uraian diatas maka sampailah penulis pada bab penutup ini yang berisi kesimpulan dan saran-saran.
Adapun kesimpulan yang dapat penulis rangkumkan adalah sebagai berikut :
  1. Baik itu orang tua atau guru, haruslah mendidik anak secara cerdik, baik dalam  pembelajaran dikelas atau dilingkungan masyarakat.
  2. Selaku pendidik anak usia dini, sebaiknya kita jangan membandingkan antara anak yang satu dengan anak yang lain. Jika ingin memotivasi sianak dalam  belajar atau keadaan anak itu sendiri.
  3. Selaku pendidik taman kanak-kanak, guru haruslah menyediakan media belajar seunik mungkin untuk menarik perhatian anak dalam , sehingga anak tersebut tidak merasa bosan ataupun jenuh.
B.    Saran
Adapun saran-saran yang dapat penulis sampaikan adalah :
  1. Di taman kanak-kanak, sebaiknya guru bersama orang tua bekerjasama untuk mengembangkan kecerdasan berpikir anak secara cerdik dalam  pembelajaran.
  2. Sebaiknya selaku pendidik/pengajar kanak-kanak, haruslah menyediakan alat peraga belajar, yang menarik perhatian sianak, sehingga kebosanan pada anak dalam  belajar hilang.
DAFTAR PUSTAKA
Nigrum ratna, 2005. Mendidik Secara Cerdik. PT. Tiga Serangkai, Solo.

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar